Diduga Kedinginan, Tiga Pendaki Gunung Tampomas Asal Indramayu Ditemukan Tewas Terbujur Kaku

 MENARA POST - Indramayu -- Tiga pendaki di Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (3/3) ditemukan meninggal dalam keadaan terbujur kaku di dalam tendanya di pos 4 pendakian.
Ilustrasi
Ketiga korban tersebut diduga mengalami hipotermia atau kedinginan akibat cuaca di gunung tersebut.

Juru bicara Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor menyatakan saat ditemukan tiga pendaki tersebut dinyatakan masih hidup namun dengan kondisi tubuh kaku.

"Kondisi tubuh terbujur kaku dan kemungkinan besar terkena hipotermia," kata Joshua seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Petugas kemudian membawa ketiganya turun untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang. Namun dalam perjalanan nyawa mereka tidak tertolong.

"Untuk proses selanjutnya Kita bekerjasama dengan pihak DVI untuk mencari tahu identitas ketiga korban," ujar Joshua.

Diketahui ketiganya merupakan pendaki asal Desa Tugu, Kec Sliyeg, Kab. Indramayu, Mereka  remaja berumur 13-15 tahun itu, ditemukan tewas dalam tenda di sekitar Pos 4 Pendakian Gunung Tampomas, wilayah perbatasan Desa Narimbang (Conggeang) dan Desa Cibeureum Kulon (Cimalaka) pada hari Minggu, 3 Maret 2019 sekira pukul 8.00 WIB.

Ketiga korban yang masih remaja tersebut adalah Ferdi Firmansyah, yang akan genap berumur 13 tahun pada 11 Maret mendatang. Lucky Parikesit, baru berulang tahun ke-13 pada 28 Februari lalu, dan Agip Trisakti, 14 tahun. Ketiganya merupakan pelajar yang beralamat di Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Indramayu.
[ads-post]
Menurut informasi, ketiga korban ini diduga kuat meninggal dunia akibat hipotermia, atau kedinginan. Saat ditemukan di tempat kejadian, ketiga korban tersebut dalam kondisi terlentang tanpa alas dan tidak memakai selimut.

Salah seorang saksi mata, Aril Muhammad Mughni Fachry, 17 tahun, warga Desa Gendereh, Kecamatan Buahdua, Sumedang, menyebutkan, ketiganya ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi terlentang.

“Waktu itu saya bersama teman-teman lagi turun dari atas gunung. Tiba-tiba kami melihat ada tenda sudah berantakan. Karena penasaran, kami pun mencoba untuk melihat dari jendela tenda, dan ternyata di dalamnya terlihat ada tiga orang. Dan pas dicek, ternyata sudah meninggal,” katanya.
Melihat adanya orang meninggal seperti itu, Aril bersama temannya saat itu juga langsung bergegas untuk melaporkan ke pihak berwenang.

“Tadi itu saya bertujuh, dan pas lihat kejadian itu kami langsung menyebar, sebagian laporan ke warga lalu ke Polsek, dan sebagiannya lagi nunggu di lokasi kejadian ” ujar Aril.
Tidak lama kemudian, pada pukul 12.00 Tim Gabungan dari BPBD Sumedang, Basarnas, Tagana, Kepolisian, dan juga masyarakat sekitar, beramai-ramai melakukan pendakian ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi ketiga korban tersebut.

Evakuasi itu sendiri berlangsung selama kurang lebih 4 jam. Dan ketiga korban  berhasil dibawa ke RSUD Sumedang sekira pukul 16.00 WIB.

Menurut keterangan Dokter Piket RSUD Sumedang dr. Badruddin Yusuf, ketiga  pendaki itu diduga telah meninggal lebih dari 24 jam. “Hasil pemeriksaan kami dari luar, korban diduga meninggal karena kedinginan. Sebab di tubuh korban tidak ditemukan bekas luka penganiayaan, ataupun luka lainnya,” kata Badruddin seperti dikutip Laman Tempo, Minggu sore.

Hingga berita ini diturunkan semua korban sedang berada dalam perjalanan menuju kediamannya di Indramayu. (Red)


Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Menurut informasi, ketiga korban ini diduga kuat meninggal dunia akibat hipotermia, atau kedinginan. Saat ditemukan di tempat kejadian, ketiga korban tersebut dalam kondisi terlentang tanpa alas dan tidak memakai selimut.

Posting Komentar

[facebook]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget