Kades Pabuaran Ristoyo Ajak Warga Gotong Royong Cegah Banjir

 MENARA POST - Subang-Menghadapi musim hujan, puluhan para petani dan masyarakat di Desa Pabuaran, Kabupaten Subang melakukan gerakan membersihkan saluran air di pesawahan,baru-baru ini.
Mereka membersihkan saluran air yang dekat dengan ruas jalan utama menuju Desa Pabuaran dengan berbagai peralatan seperti cangkul, skop, parang dan perlengkapan lainnya.

Kepala Desa Pabuaran,  Ristoyo mengatakan setelah kemarau panjang dan kini menghadapi musim hujan dan musim tanam bagi para petani, membuat mereka bersiap dengan cara membersihkan saluran air.
[ads-post]
Mereka merupakan petani pemilik lahan dan masyarakat bergotong royong membersihkan saluran air. Hal ini karena selama musim kemarau banyak sampah disaluran air.

“Hujan sudah datang. Masyarakat dan petani senang karena hujan sudah lama dinanti. Kami pun bergerak menyambut hujan mengajak petani dan masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran air,” ucapnya.
Menurutnya, selama musim kemarau banyak sampah yang menutupi saluran air. Bukan hanya sampah daun kering, namun banyak ranting, plastik, rumput dan sampai lainnya yang bisa menyumbat aliran air. Karena tanpa disadari, sampah selama musim kemarau menumpuk dan akan mengganggu aliran air.

Sehingga mau tak mau harus dibersihkan, agar musim hujan yang didambakan setelah kemarau panjang dan menyebabkan kekeringan, tidak berubah menjadi bencana banjir.

“Ya, satu yang kita tidak sadari ketika musim kemarau adalah sampah yang menumpuk di selokan. Tidak dipungkiri karena tidak ada efek signifikan yang timbul dari sampah tersebut di musim kemarau, sampah ini terlupakan,” katanya.

“Sehingga ketika musim hujan datang, air tidak bisa mengalir dan kemudian meluap menggenangi halaman sekitar selokan. Kondisi ini harus segera tertangani,” tuturnya.

Dikatakan Kades, selain saluran air yang berada di areal pertanian pembersihan juga menghimbau dilakukan di lingkungan. Namun dilakukan oleh masing-masing warga yang lingkungannya dilintasi slauran. Karena menangani kondisi air meluap akibat sampah itu, bisa dimulai dari rumah kita sendiri.

Di rumah kita dan di sekelilingnya pasti ada selokan dan aliran air. Jika kita tidak rajin membersihkan, air hujan yang datang akan meluap dan membuat banjir.

Oleh karena itu kita wajib membersihkannya. Aliran air di rumah bisa letaknya di depan, seperti di got-got, bisa juga di dalam rumah yang merupakan aliran dari depan ke belakan, khususnya yang berasal dari talang air belakang rumah. Biasanya mengalir ke depan menuju got depan rumah.

Setelah selesai dengan rumah kita masing-masing, selanjutnya bersama-sama bersihkan sekitar lingkungan atau kawasan. Kerja bakti ini penting agar menumbuhkan kesadaran bersama pentingnya menjaga kawasan bersih dan aliran air bisa mengalir dengan baik.

“Jangan lupa sampah-sampah yang dapat menampung air seperti kaleng besi atau plastik, dan juga ban-ban bekas ditimbun sehingga tidak ada air menggenang dan menjadi sarang nyamuk,” ungkapnya.

Pena
By.
Didit
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video 
By.
Didit

selama musim kemarau banyak sampah yang menutupi saluran air. Bukan hanya sampah daun kering, namun banyak ranting, plastik,

Posting Komentar

[facebook][disqus]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget