Kinerja Rendah, Pejabat DKI Dicopot Anies

Gubernur DKI Anies Baswedan saat melantik jajaran wali kota Jakarta. (Humas Pemprov DKI Jakarta)
 MENARA POST Jakarta, - Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyebut pergantian pejabat tinggi di Pemprov yang dilakukan oleh pemimpin Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah berdasar aturan yang berlaku. 

Menurut Saefullah, pergantian jabatan dilakukan setelah Pemprov DKI melakukan penilaian kinerja melalui evaluasi. 

"Ada evaluasinya. Ada pokoknya, (penilaian) kinerja, kesalahan (para kadis) juga, ada kinerja rendah," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Kamis (19/7).

Meski begitu, Saefullah tak bisa mengungkap ke publik soal kesalahan para petinggi yang kini telah dialihkan jabatannya itu. 

"Tentu semua tidak bisa dibuka ke publik, terkait hal yang bersifat privasi kan nggak boleh," kata Saefullah.
Saefullah menyerahkan sepenuhnya urusan penyelidikan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) soal perombakan pejabat yang diduga menyalahi prosedur. Dia mengaku sudah memberi semua berkas dan dokumen yang dibutuhkan.

"Ya sudah serahkan berkasnya. Sudah pokoknya semuanya sudah," katanya. 

Saefullah mengaku telah bertemu dengan sejumlah Wali Kota yang telah diberhentikan Anies. Menurut dia, beberapa mantan pejabat yang bertemu denganya itu telah menerima keputusan mantan Menteri Pendidikan mencopot jabatan sebelum masa bakti selesai. 

"Mereka bilang kok yang pas saya tanya, 'Bapak kenapa? Ada terganggu atau tidak?' 'Nggak, saya ikhlas' gitu kata mereka," ujar Saefullah menirukan percakapannya dengan Wali Kota yang telah resmi dicopot. 
[ads-post]
Diminta tak melodrama

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tidak melodrama terkait pencopotan pejabat yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sandi mempersilakan KASN untuk menyelidiki dugaan pelanggaran, tapi meminta untuk tidak dibesar-besarkan.

"Ya tentunya kita sangat terbuka dan kita harapkan semuanya melihat ini objektif, tidak terlalu dibesar-besarkan, dan tidak terlalu melodrama," ucap Sandi di Slipi, Jakarta Barat.

Sandi mengklaim dirinya dan Anies sedang membangun motivasi baru dengan pencopotan pejabat yang mereka sebut penyegaran organisasi.

Dia pun mengklaim para pejabat yang dicopot malah berterima kasih. Sehingga Sandi menilai gaduh pencopotan pejabat hanya politisasi semata.

"Jangan digunakan kesempatan ini apalagi sekarang lagi musim politik dan dua sampai tiga minggu ini akan sangat gaduh, jangan dimasukkan [agenda politis]," ucapnya.

Anies telah melantik jajaran wali kota dan kepala dinas baru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Pada saat bersamaan, ia juga mencopot belasan kepala dinas tanpa pemberitahuan terlebih dulu.

Para pejabat yang dicopot mengaku hingga kini tak tahu harus mengerjakan apa alias nonjob.

KASN sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran dalam perombakan tersebut. Anies diduga melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang PNS.

Ketua KASN Sofian Effendi menyebut perombakan yang dilakukan Anies pada 5 Juli lalu tidak sah. Kesimpulan itu didapat setelah sejumlah pegawai negeri sipil yang digeser mengadu ke KASN.

"Mereka lantik tapi tidak sah pelantikan itu," kata Sofian saat dihubungi, Selasa (17/7).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tidak melodrama terkait pencopotan pejabat yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Topik :

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.