Banyak Video Porno Di HP Miliknya, Seorang Siswa SMK Dicekik Gurunya

 MENARA POST - Pihak sekolah langsung memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap CR oleh seorang oknum guru di sebuah SMK Semarang.
Oknum Guru Diduga Cekik dan Jambak Siswa SMK Gara-gara HP Video Porno. Lokasi kejadian di Peterongan Kota Semarang, di luarsekolah.

"Kejadian tersebut pada Rabu siang tepatnya setelah jam pulang sekolah," ujar Kepala Sekolah.

Menurutnya, program penyisiran para siswa yang dilakukan oleh tim guru memang seringkali dilaksanakan sehabis waktu sekolah usai.
[post_ads]
"Kami melakukan kontrol sepulang sekolah bagi para siswa yang terlihat masih nongkrong berkerumun untuk mengantisipasi terjadinya tawuran atau hal-hal yang tak diinginkan," tambahnya.
Soal dugaan penganiayaan, Wakasek bidang Kesiswaan SMK tersebut berani menjamin bahwa guru tersebut tak melakukan hal seperti yang diberitakan sebelumnya.

"Kalau menganiaya kan bisa dipastikan anak itu sakit atau ada bekas pukulan seperti lebam dan sebagainya," tutur Wakasek Kesiswaan.

Setelah kejadian yang terekam video tersebut pada Rabu sore (31/1/2018).

Esok harinya, CR terlihat masuk sekolah dan mengikuti pelajaran olahraga pada Kamis pagi (1/2/2018).

"Jadi sebelumnya ada informasi bahwa para siswa akan melakukan tawuran sore itu, nah kebetulan terlihat banyak siswa sekolah kami berkumpul."

Saat kerumunan siswa sedang berusaha dibubarkan oleh P guru yang diduga menganiaya, CR terlihat sibuk menatap handphone miliknya.

"Takutnya kalau CR sedang memantau lewat medsos soal posisi tawuran, jadi pak P ini mau melihat hp CR untuk memastikan ada informasi apa soal tawuran," tambahnya.

Karena terus berusaha menghindar saat hp CR berusaha dilihat oleh P, terjadilah kejadian perebutan handphone.

"Ya guru pasti curigalah ada apa-apa di hp anak itu kok sampai tak boleh dilihat, ternyata betul ada banyak video porno sekitar tiga puluhan jumlahnya."
Proses perebutan hp tersebut sempat diabadikan oleh kerabat CR lewat video, terlihat CR bersusah payah mempertahankan hp miliknya.

"Nah itu di video kelihatan kan nggak ada adegan mencekik? cuma seperti nampar kecil, ya wajar guru juga manusia jadi gemas lihat kelakuan anak itu, kalau niat menampar keras pasti ada ayunan dari tangannya, nah ini ngga terlihat juga."
Dua kali sudah guru P dan pihak sekolah menemui keluarga CR di kediamannya.

"Memang orangtua sempat menunggu kami di sekolah pada hari Kamis dan Jumat, posisi saat itu ada kegiatan cukup padat yang melibatkan kepsek dan wakasek dari pagi hingga siang hari,"
Orangtua CR mendatangi sekolah di pagi hari dan menunggu untuk bertemu dengan kepala sekolah hingga siang hari.

"Saya pikir masalah sudah selesai setelah guru P menemui orangtua CR langsung pada Rabu malamnya, kami malah kaget waktu ada berita aniaya ini," ujar Wakasek Kesiswaan.

Adapun guru P dan Wakasek Kesiswaan telah menemui CR dan keluarganya di kediaman mereka pada Minggu siang (4/2/2018).
[post_ads]
"Kami sudah membicarakan secara kekeluargaan, bahkan dari ibu CR berniat melakukan berkas laporan dari kepolisian terkait kasus dugaan penganiayaan,"
Pada Senin (5/2/2018) kuasa hukum CR menghubungi Wakasek Kesiswaan SMK tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.

"Nah ini barusan dikabari kuasa hukum, kami nunggu kabar untuk janjian ke Polres untuk cabut berkas bersama keluarga CR juga," tutur Wakasek Kesiswaan. (Red)

Setelah kejadian yang terekam video tersebut pada Rabu sore (31/1/2018).

Topik :
[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.