Potret SD Kelas Jauh di Indramayu, Yang Tak Miliki Guru Pengajar

 MENARA POST - INDRAMAYU – Blok Jatirejo terletak di tengah kawasan hutan yang jauh dari jalan raya. Walaupun di dalam hutan, secara administrative pemerintahan masuk ke wilayah Desa Sukaselamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Sebagian  murid dan wali murid   foto di depan SD Kelas Jauh Blok Jatireja di kawasan hutan Desa  Sukaselamet, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Penduduk di blok ini sebagian pendatang dari Cikarang (Kabupaten Bekasi), Kabupaten Sumedang, Bandung, Malingping (Kabupaten Garut), Kabupaten Cirebon dan daerah lainnya. Sejak puluhan tahun silam mereka menetap dengan mata pencaharian sebagai petani penggarap pada lahan milik Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Indramayu. Ada juga sebagian penduduk dari Indramayu, seperti dari Kecamatan Bongas.
[post_ads]
Di bidang pendidikan, sudah beberapa tahun lalu, berdiri Sekolah Dasar. Ketika menyambangi ke Blok Jatirejo, Minggu (21/1/18) sempat bertemu dengan beberapa wali murid, di antaranya yaitu; Santi, Yanti dan Maryati. “SD ini tadinya kelas jauh dari Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan. Sekarang kelas jauh dari SD di Desa Kedungdawa, Kecamatan Gabuswetan, Kepala Sekolahnya Pak Iman,” kata ibu-ibu tersebut.

Menurut mereka, pada Semester 1 tahun pelajaran 2017/2018 SD tersebut sempat memiliki seorang guru yaitu; Lela dari Majalengka. Namun sayangnya, satu-satunya guru di SD Kelas Jauh itu sekarang sudah berhenti, sehingga tidak ada lagi seorangpun guru yang mengajar.

Karena SD Jatirejo itu tak berguru maka tidak ada guru yang mengajar. Pada Semester II ini keberlangsungan pendidikan di sekolah itu dipertanyakan. Karena perjalanannya tersendat-sendat dan terkesan kurang maksimal. “Kalau pagi Kepala Sekolah datang hanya sebentar, lalu pulang lagi. Anak-anak belajarnya tidak maksimal,” kata mereka.

Kalau Kepala Sekolah dari SD Induk tidak hadir, anak-anak sering hanya menugggu di luar. Mereka ingin belajar seperti di SD-SD lainnya. Tapi apalah daya, karena tidak ada gurunya, anak-anak tidak ada yang membimbing. Sekolah sering tutup, tidak ada kegiatan pembelajaran.

Menurut anak-anak, murid SD Kelas Jauh ini berjumlah 28 anak. Terdiri dari Kelas I sebanyak 8 murid, Kelas II (6 murid), Kelas III (6 murid), Kelas IV (2 murid), Kelas V (5 murid) dan Kelas VI (1 murid). SD Kelas Jauh ini sudah punya bangunan. Walaupun kondisinya masih sederhana dan hanya memiliki 3 ruang pembelajaran.
[post_ads_2]
Salah seorang tokoh pendidik di Desa Sukaselamet, Kecamatan Kroya, Nur Amirin,S.Pd mengemukakan, kurang memahami mengenai status sekolah tersebut.

 Namun untuk kelanjutan pendidikan anak-anak disarankan sebaiknya SD Kelas Jauh itu di bawah naungan UPT Pendidikan Kecamatan Kroya. Bukan di bawah naungan UPT Pendidikan Gabuswetan. “Ini semata-mata untuk mempermudah monitoring dan pelaporannya,” kata Nur Amirin, S.Pd. ( Red )

Menurut mereka, pada Semester 1 tahun pelajaran 2017/2018 SD tersebut sempat memiliki seorang guru yaitu; Lela dari Majalengka.

Topik : ,
[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.