Lehernya Digorok, Kerongkongan Sopir Grab Putus

 MENARA POST - SEMARANG - Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menegaskan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan secara jeli dan teliti, termasuk meminta keterangan keluarga korban untuk mengetahui ada tidaknya barang milik korban yang hilang, selain handphone yang belum ditemukan. Sedangkan hasil olah TKP sementara ini, Abioso membeberkan tidak adanya barang korban yang hilang.
Ilustrasi

”Kalau melihat sementara kondisi mobil dan darah yang berceceran di dekat kemudi, saya mereka-reka, korban ini dieksekusi saat mengemudikan mobil. Kemudian dimungkinkan pelaku paling tidak ada dua orang, salah satunya duduk di sebelah kiri pengemudi, yang satunya duduk di belakang pengemudi. Kira-kira seperti itu,” bebernya.
[post_ads]
Abioso menjelaskan, dua pelaku ini memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan aksinya. Pelaku yang duduk di belakang pengemudi diduga yang membunuh korban.

”Yang di belakang perannya mengeksekusi, yang duduk di sebelah kiri perannya mengendalikan laju mobil,” jelasnya.

Pada kasus ini, korban mengalami luka lebar di bagian leher akibat senjata tajam. Hal ini pun juga diperkuat setelah korban dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan otopsi.

”Yang mematikan korban tusukan benda tajam, disayat, kemudian ditarik sampai kerongkongnya putus. Yang mematikan yakni putusnya kerongkongan,” katanya.

Terkait motif dari pembunuhan ini, Abioso mangatakan, masih melakukan penyelidikan. ”Motif sementara belum bisa saya sampaikan, mohon bersabar, masih penyelidikan. Semoga bisa cepat terungkap,” harapnya.
[post_ads_2]
Terkait adanya barang bukti berupa benda wewangian yang berada di dekat tubuh korban saat ditemukan tergeletak tewas bersimbah darah di pertigaan Jalan Cendana RT 3 RW 9 Kelurahan Sambiroto, Tembalang, Abioso menjelaskan masih akan melakukan penyelidikan.

”Tapi saya juga belum bisa katakan, apakah itu secara kebetulan atau ada kesengajaan untuk mengaburkan teknik-teknik kepolisian dalam menangani sebuah TKP,” katanya.

Adanya kejadian ini, Abioso mengimbau kepada pengemudi taksi online ataupun ojek online untuk terus berhati-hati dan waspada dalam menjalankan aktivitasnya mengantar penumpang. Pihaknya menegaskan, para driver online, baik roda dua maupun roda empat untuk tidak menerima order selain menggunakan aplikasi resmi. (Red)

Source : Radar Tegal

Terkait motif dari pembunuhan ini, Abioso mangatakan, masih melakukan penyelidikan.

Topik :
[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.