Selama 3 Tahun Tinggal di Atas Pohon Kelapa, Tulang Belakang Pria Ini Cacat karena Keseringan Jongkok

Menara Post - TIDAK ada yang bisa menebak bagaimana dampak suatu kejadian terhadap seseorang.

Di Filipina, seorang pria bernama Gilbert Sanchez terpaksa melarikan diri untuk tinggal di atas pohon kelapa setelah bertengkar dengan seseorang dan kepalanya dipukul dengan pistol. Bagi Gilbert, di atas pohon adalah tempat yang aman agar bisa bertahan hidup.

Selama tiga tahun tinggal di atas pohon, baik ibu maupun saudara-saudaranya sudah memaksa pria berumur 47 tahun itu untuk turun. Namun dia tetap bersikukuh untuk tetap tinggal.

"Saya pernah memintanya untuk turun. Dia hanya melambaikan tangan dan berkata agar saya diam. Gilbert bilang dia tidak akan turun sebab jika ia memutuskan untuk turun maka ada seseorang yang akan membunuhnya," tutur kakak Gilbert, Aldrin Sanchez seperti yang dikutip dari Oddity Central, Selasa (24/10/2017).
Walaupun ada badai yang mengamuk, terik matahari yang tidak bersahabat, dan serangga yang terus menyengatnya, Gilbert tetap tidak mau turun. Pria yang sudah menjadi duda sejak tahun 2000 itu bertahan hidup hanya dengan makanan dan minuman yang diberikan oleh ibunya, Winifreda Sanchez setiap hari. Tak hanya itu, ibunya juga memberikan pakaian dan rokok.

Cara pemberiannya pun terbilang tidak biasa. Winifreda akan berteriak kepada Gilbert untuk menurunkan tali. Lalu setelah diturunkan, makanan, minuman, pakaian, dan rokok diikat di tali. Kemudian Gilbert akan menariknya ke atas pohon.
Semua warga di sekitar tempat tinggalnya di La Paz mengetahui kisah Gilbert. Sayangnya tidak ada yang mau melakukan sesuatu. Sampai pada akhirnya, kisah hidup Gilbert ditulis dalam sebuah artikel dan menjadi virus di media sosial. Melihat itu, tim sosial berencana untuk menurunkan Gilbert dari atas pohon.
Tim yang terdiri dari 50 orang itu memutuskan untuk menebang pohon dengan gergaji agar Gilbert mau turun pada 11 Oktober lalu. Tentu itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebab jika mereka salah pengerjaan bisa membahayakan nyawa Gilbert. Beruntung semuanya berjalan sesuai rencana dan Gilbert berhasil diturunkan.
Sebuah video di Facebook menunjukkan bagaimana kondisi Gilbert selama tinggal di atas pohon. Badannya dipenuhi lecet dan gigitan serangga. Tak hanya itu, Gilbert mengalami atrofi otot dan tulang belakangnya menjadi cacat karena menghabiskan banyak waktu untuk berjongkok. Menurut seorang psikiater, Gilbert menunjukkan gejala masalah psikologis yang membuat pikirannya rusak seperti delusi, halusinasi, dan ketakutan bahwa seseorang sedang mencoba membunuhnya.
Agar hidup dengan normal kembali, Gilbert harus meminum obat secara teratur. Kisah hidup Gilbert yang tragis ini mengundang simpati dari banyak warga Filipina. Banyak dari mereka yang ingin menyumbang untuk membantunya. Maka sebuah rekening atas nama ibu Gilbert pun dibuka untuk menerima sumbangan.

Topik : ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.