Mengintip Perayaan Hari Raya Kurban Prajurit TNI di Benua Afrika

Channel Jabar - JAKARTA – Jumat 1 September 2017, lalu, umat muslim sedunia merayakan hari raya Idul Adha. Tak hanya di Indonesia, Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central Africa Republic), juga menunaikan ibadah salad Id di Lapangan Indo Eng Coy Garuda Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah.
Prajurit yang tengah melaksanakan misi perdamaian PBB itu dengan khusyu beribadah dibawah cuaca yang kurang mendukung di tanah Afrika.

Adapun imam dan penceramah pada salat Idul Adha 1438 H di tanah Afrika adalah Praka Abdurrahman. Dalam ceramahnya menekankan pentingnya keimanan dan ketakwaan dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.
“Dalam situasi yang tidak menentu di daerah misi, maka kedekatan diri dengan Sang Maha Pencipta merupakan pelindung yang sangat tepat bagi setiap prajurit,” ujar Abdur.
Adapun hikmah Hari Raya Idul Adha, kata dia, antara lain adalah sebagai sarana intropeksi diri dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Setelah salat Id, prajurit memotong membagikan daging kurban kepada masyarakat setempat.
Sementara di Darfur, prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) juga menunaikan salat Id di Super Camp, Elgeneina, Sudan Afrika. Adapun imam dan penceramah ialah Serma Saa Idris dari Kompi C (Charlie). Dalam ceramahnya, ia mengutip kisah Nabi Ibrahim.

Kegiatan salat Idul Adha dan qurban bukan hanya dilakukan di Elgeneina, tetapi di daerah Mastery, Habilla dan Foro Baranga juga dilaksanakan kegiatan tersebut. Selain itu, ada penyembelihan hewan kurban yang berjumlah 617 ekor. Hewan tersebut terdiri dari 10 unta, 21 ekor sapi, 586 ekor kambing dan domba dari beberapa tempat seperti Mastery, Habila, Foro Baranga dan Elgeneina.
Dansatgas Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam mengatakan bagi seorang muslim di bulan Dzulhijah atau bulan haji, merupakan kesempatan untuk beramal bakti dengan menyembelih hewan kurban.

“Qurban merupakan sesuatu yang dianjurkan di dalam Islam dan siapa saja yang sanggup pasti akan bahagia, sebaliknya bagi umat muslim yang hanya mementingkan martabat pribadi dan tidak mau berqurban, hal ini tidak mencerminkan kehidupan manusia sebagai makhluk sosial,” kata Letkol Inf Syamsul Alam. 

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.