Mantan Pejuang Timor Timur Ini Protes Karena Wiranto Jadi Mentri

Muara Post - Mantan milisi Pro Integrasi Timor-Timur (Timor Leste) saat jajak pendapat tahun 1999 silam, meminta pemerintah Indonesia untuk memberikan kepastian hukum bagi 403 orang yang nama mereka masuk dalam daftar Serious Crime, dengan tuduhan pelanggaran HAM berat.

Ketua Organisasi Uni Timor Aswain (Untas) Eurico Guterres mengatakan, terkait dengan tuduhan sebagai pelanggar HAM berat, mereka (termasuk dirinya) dilarang untuk bepergian kemana-mana.

"Status hukum kami 403 orang yang nama masuk dalam Serious Crime, terkait dengan tuduhan pelanggaran HAM berat di Timor-Timur, kami nggak boleh kemana-mana oleh karena itu kami datang, kenapa kami datang? Karena pak Wiranto dengan kami sama-sama pelanggar HAM berat namanya juga masuk dalam Seriuos Crime atau DPO Internasional," katanya, Senin (25/9).

Menurutnya, jika Joko Widodo memercayakan Wiranto sebagai salah satu menteri di kabinetnya, mereka juga ingin meminta sesuatu dari Presiden. Karena bersama-sama berjuang untuk NKRI hingga dituduh melakukan pelanggaran HAM berat.

"Kalau Pak Jokowi percayakan dia jadi Menteri Polhukam, berarti kami juga minta dong bukan minta jadi menteri karena jauh sekali kan, mana mungkin orang model begini bisa jadi menteri. Tapi karena sesama pelanggar HAM sudah jadi menteri, ada yang menderita di kamp begitu dengan status yang tidak jelas," ujar Eurico.

Dia juga meminta Pemerintah Indonesia untuk segera memberikan kompensasi kepada 13.000 pejuang Integrasi Timor-Timur bentukan TNI, termasuk para janda dan yatim piatu yang memilih tetap setia kepada NKRI.

"Boleh kan kita minta kepada Presiden, minta kepada Pemerintah melalui beliau, untuk sedikit memberikan perhatian para orang-orang ini apa itu salah," pintanya.

Sementara itu Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, dalam pertemuan kemarin pihaknya bersama para pejuang Integrasi telah bersepakat dan hari ini Selasa (26/9), telah mengutus tim ke Jakarta guna melaporkan hal ini agar segera ditindak lanjuti.

"Saya kira ini hal yang wajar karena dulu ada 13.000 orang yang direkrut untuk berjuang, jadi kita sekedar berikan penghargaan saya kira tidak salah," ungkap Lebu Raya.
Topik :

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.