Gagal Nikah Karena Bapaknya Mencintai Gadis Ini

Muara Post - TULUNGAGUNG – Cinta itu terkadang memang buta, seperti yang dialami oleh NSA atau dikenal dengan nama Vania (24) salah satu pemandu lagu di warkop Bendiljati Wetan Sumbergempol Tulungagung ini. Betapa tidak, saat Vania jatuh hati pada kekasihnya Dav, justru hubungannya tak direstui orang tua. Bahkan Vania yang asli Lumbang Pasuruan ini mengaku sempat shock dan hampir tidak percaya dengan kisah cinta yang dia alami.

" Saya kan kenal pacar saya dua tahun, lalu pelanggan saya sejak di Warkop lama di Serut Boyolangu yang namanya And (initial) itu mengungkapkan rasa cinta pada saya. Tentu saja saya tidak bisa menerima karena saya punya pacar namanya Dav (initial), kemudian saya diajak pulang sama pacar saya yang bernama Dav itu kerumahnya di Sobontoro, sampai di rumahnya saya ketemu And, ternyata And itu bapaknya Dav pacar saya," kata Vania.

Mengetahui Dav adalah anak kandung And, menurut Vania rencana pernikahan mereka batal karena tidak direstui orang tua. Pacar Vania yang telah jatuh hati akhirnya harus patah hati.

" Ya mungkin karena bapaknya juga suka sama saya akhirnya cinta kami kandas, cinta kami tak direstui orang tua Dav, hingga Dav pernah nekat mau bunuh diri beberapa waktu lalu. Untung masih selamat dan hanya mengalami luka di tangan saat mau menabrakkan diri ke kereta api," tambah Vania.

Tidak sampai di situ, setelah Dav hendak bunuh diri, sebagai ayah sekaligus orang yang juga mencintai Vania, And tak terima dan terus menebar ancaman pada Vania, sehingga Vania benar-benar takut.

"Dia ngancam mau bunuh saya, melalui Facebook dan bahkan melalui orang lain. Beberapa kali ada orang yang tidak saya kenal telpon dan terus mengancam," papar Vania.
Atas ancaman yang dialami, Vania berniat melaporkan ke polisi namun karena belum ada bukti kuat Vania melaporkan ke Babinkamtibmas (BKTM) Bendiljati Wetan Kecamatan Sumbergempol untuk meminta solusi.

" Saya ini kerja, jika terus diancam saya takut dan tidak tenang, terakhir saya diancam mau disantet," tambahnya.

Bhayangkara Pembinaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas-BKTM) Desa Bendiljati Bigadir Andik Purwanto mengaku telah memberikan problem solving terhadap permasalahan yang dialami Vania.

"Sebagai BKTM, saya dapat aduan ini dan telah mendata masalah yang dihadapi. Sudah saya kumpulkan pemilik usaha warkop dan yang bersangkutan. Kita dalami dulu motif ancamannya dan belum ditemukan bukti kuat, kita lakukan pengawasan agar ada ketenangan bagi yang bersangkutan," kata Andik.

BKTM belum membawa masalah tersebut ke Polsek dan belum melaporkan secara resmi. Menurutnya, masih perlu dilihat dampak kedepan, jika sudah mengancam dan membahayakan maka laporan secara resmi bisa disampaikan untuk dilanjutkan dengan tindakan sebagaimana hukum yang berlaku.

"Ini motif asmara, jadi sementara problem solving yang kita lakukan mendata dan melakukan pantauan agar kedepan bisa diantisipasi," pungkas Andik.
Topik :

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.